Senin, 03 Desember 2012

Berani mencoba raih keberhasilan



Malu dan takut karena sebuah kegagalan diakui atau tidak sudah terlalu lama mengungkung dan menjadi dinding pembatas untuk maju bagi kebanyakan orang. Cara berpikir seperti itu sebenarnyalah yang menjadikan tindakan kontra produktif makin tumbuh subur dan sangat merugikan. Kebiasaan menyimpan perasaan malu dan takut karena gagal biasanya dipicu oleh faktor internal yakni self esteem yang rendah. Hal ini semakin menjadi-jadi karena banyak dipengaruhi oleh pemahaman kebanyakan masyarakat kita yang sempit menyimpulkan arti berusaha sehingga memandang kegagalan itu seperti layaknya sebuah dosa yang harus dihindari dan harus disembunyikan rapat-rapat. Sehingga wajar jika kebanyakan orang masih tetap menyimpan perasaan takut dan malu untuk gagal karena kekuatiran tidak akan ada tempat lagi buat dirinya. Saat ini tiba waktunya bagi kita untuk mendobraknya, cukup mendobraknya saja, tidak perlu dihancurkan. Karena tetap saja kita memerlukan perasaan takut dan malu sebagai action controlling agar setiap tindakan kita tetap terarah dan tidak malah membahayakan.

Minggu, 02 Desember 2012

7 tips merubah diri menjadi lebih baik.


Ada satu hal yang tidak bisa kita percepat atau perlambat dan bila telah lewat tidak ambali dan yang belum kita lewati masih misterius adalah waktu.


Setiap hari kita selalu beraktifitas rutin baik sebagai karyawan maupun wirausaha ataupun profesi lain. Tidak jarang merasa bosan, jenuh, dan hilang motivasi, inilah perubahan yang kadang naik dan kadang turun sesuai keadaan dan suasana yang berlangsung. Namun ada hal hal yang perlu diingat ataupun dilakukan agar tetap bersemangat dalam mengisi hari-hari agar selalu berdampak positif.

Berikut ini ada 7 resep yang mungkin bisa membantu, antara lain:

Sabtu, 01 Desember 2012

Kisah Sebuah JAM



Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya: "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"

"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"

"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"